PRINSIP
DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan
media pada setiap kegiatan
belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah
siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus
dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering
media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh
karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru
persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka
transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media
pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada
transparan hingga menyerupai Koran
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan
motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh
terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup
kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi
merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi
tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta
didik .
Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran
dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap
materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi
pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat
dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan
terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka
perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus
diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi
interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta
didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi
pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu
menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses
belajar
Umpan balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat
menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya.
Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap
kemajuan belajar peserta didik.
Penggunaan media juga harus mempertimbangkan kecocokan ciri media
dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan. Penggunaan media harus
disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti
belajar secara klasikal, belajar dalam kelompok kecil, belajar secara
individual, atau belajar mandiri. Penggunaan media harus disertai persiapan
yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan berbagai
peralatan yang dibutuhkan di ruang kelas. Dengan cara ini pemanfaatan media
diharapkan tidak akan menggangu kelancaran proses belajar-mengajar dan
mengurangi waktu belajar.
Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak
didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan
makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam
sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia
pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.
12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu
:
1) Prinsip Multimedia
Orang
belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja.
Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media
(teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi
satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi
single-media.
2) Prinsip Kesinambungan
Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan
dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu,
ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang
dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan
dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3)
Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara
simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika
Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta
teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan
satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama
lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip Koherensi
Orang
belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak
perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak
sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin
maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik
perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan
saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip Modalitas Belajar
Orang
belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari
animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi
daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini,
sangat mengganggu.
6) Prinsip Redudansi
Orang
belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari
animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).Sama dengan prinsip di atas.
Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi,
janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7) Prinsip Personalisasi
Orang
belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif
(conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik
menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh
karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8) Prinsip Interaktivitas
Orang
belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang
dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).Sebenarnya, orang
belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya
lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia
pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan
daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti
dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching,
game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain
akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip Sinyal
Orang
belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan
yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi
dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian
(focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat
penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10) Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas
visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan
narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas
auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks,
visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas
kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip
Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan
masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam
tentang materi yang sedang dipelajari.
12) Pengandaian
Menjelaskan
materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa
belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada
layar.
Sebagai komponen dalam system pembelajaran, pemilihan dan
penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen,
seperti : tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Menurut
Mayer (2005), prinsip-prinsip multimedia pembelajaran ada tujuh yaitu :
- Prinsip multimedia : siswa bisa belajar lebih baik dengan kata-kata dan gambar-gambar dibandingkan dengan hanya kata-kata atau gambar saja.
Dengan menambahkan ilustrasi pada teks atau menambahkan
animasi pada narasi maka akan membantu siswa lebih mendalami materi atau
penjelasan yang disajikan. Menyajikan penjelasan dengan kata-kata dan
gambar-gambar bisa menghasilkan pembelajaran lebih baik daripada menyajikan
dengan kata-kata saja. Saat kata-kata dan gambar disajikan secara bersamaan
siswa mempunyai kesempatan untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan
pictorial dan membangun hubungan diantara keduanya.
- Prinsip keterdekatan ruang : siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang saling terkait disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan di halaman atau di layar.
Saat kata-kata dan gambar-gambar terkait saling berdekatan
di halaman (dalam buku) atau layar (dalam komputer) maka siswa tidak harus
menggunakan sumber-sumber kognitif secara visual mencari di halaman atau layar
itu. Siswa akan lebih bisa menangkap dan menyimpan materi bersamaan di dalam
memori kerja pada waktu yang sama.
- Prinsip keterdekatan waktu : siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang terkait disajikan secara simultan (bersamaan) daripada bergantian.
Saat bagian narasi dan animasi yang terkait disajikan dalam
waktu bersamaan, akan lebih memungkinkan siswa untk bisa membentuk representasi
mental atas keduanya dalam memori kerja dalam waktu bersamaan. Hal ini membuat
siswa lebih bisa membangun hubungan mental antara representasi verbal dan
representasi visual. Jika waktu antara mendengar kalimat dan melihat animasi
relative pendek, maka siswa masih bisa membangun koneksi antara kata-kata dan
gambar. Jika mendengar keseluruhan narasi yang panjang dan melihat keseluruhan
animasi dalam waktu yang terpisah maka siswa kesulitan membangun koneksi
tersebut.
- Prinsip koherensi : siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra dibuang.
Prinsip koherensi bisa dipecah menjadi tiga versi yang
saling melengkapi : (1) pembelajaran siswa terganggu jika kata-kata dan
gambar-gambar menarik namun tidak relevan ditambahkan ke presentasi multimedia.
(2) pembelajaran siswa terganggu jika terdapat suara dan music yang menarik
namun tidak relevan, (3) pembelajaran siswa akan meningkat jika kata-kata yang
tidak diperlukan disingkirkan. Gambar-gambar dan kata-kata yang menarik tapi
tidak relevan bisa mengalihkan perhatian siswa dari isi materi yang penting,
dan bisa mengganggu proses penataan materi. Dalam penyajian materi melalui
multimedia siswa cenderung bisa belajar lebih banyak dan mendalam jika materi
disajikan secara lebih ringkas. Oleh karena memori kerja otak pada manusia itu
terbatas maka harus difokuskan pada materi yang penting.
- Prinsip modalitas : siswa bisa belajar lebih baik pada animasi dan narasi daripada animasi dan teks pada layar.
Jika gambar dan kata-kata bersama-sama disajikan secara
visual (yakni sebagai animasi dan teks) maka saluran visual/pictorial yang
bekerja ekstra sedangkan saluran lain (verbal) tidak berfungsi. Jika kata-kata
disajikan secara auditory maka kedua saluran akan berfungsi.
- Prinsip redundansi : siswa bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi, narasi, dan teks pada layar.
Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual
maka saluran visual akan kelebihan beban. Jika animasi berisi narasi yang padat,
maka sebaiknya tidak menambahkan teks yang hanya mengulang kata-kata dari
narasi. Keterbatasan kapasitas memori kerja
menghalangi individu untuk memproses banyak elemen informasi secara langsung.
Informasi akan terserap secara lebih baik bila format desain pesannya tidak
membebani perhatian mereka karena sumber-sumber ganda yang saling memasok
informasi (Pranata. 2010).
- Prinsip perbedaan individual : pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengetahuan rendah daripada berpengetahuan tinggi, dan terhadap siswa berkemampuan spasial tinggi daripada berspasial rendah.
Siswa yang berpengetahuan lebih tinggi bisa menggunakan
pengetahuan yang dimiliki sebelumnya untuk mengkompensasi atas kurangnya
petunjuk dalam presentasi. Siswa yang berpengetahuan rendah kurang bisa
melakukan pemrosesan kognitif yang berguna saat presentasinya kurang petunjuk.
Siswa yang memiliki kemampuan spasial yang tinggi memiliki kapasitas kognitif
untuk secara mental memadukan reprentasi verbal dan visual dari presentasi
multimedia yang ada. Siswa yang berspasial rendah harus mengerahkan kapasitas
kognitif yang begitu banyak untuk memahami apa yang disajikan.
SUMBER:
Arsyad, Azhar. 2013. Media
Pembelajaran. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Bahri
Djamrah, Syaiful & Aswan Zain. 2010. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Mayer, Richard. 2005. The Cambridge Handbook of Multimedia
Learning. Cambridge University Press.
Sanjaya, Wina. 2012. Media
Komunikasi Pembelajaran. Jakarta : Kencana.
Di atas dijelaskan bahwa Prinsip Modalitas Belajar yaitu Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video. Bukankah tidak semua orang yang telah melihat suatu video atau animasi biasanya belum memahami sepenuhnya maksud dr tayangan tersebut apa lagi bila tayangan tersebut yang alurnya maju mundur . Nah bagaimana menurut cara mengatasinya dan apakah prinsip ini dapat efektif dalam pembelajaran?
BalasHapusterimakaish Liza atas tanggapannya. keefektifan proses pembelajaran di kelas bukan hanya dipengaruhi oleh media pembelajaran yang ada di kelas dan bagaimana cara Guru juga dapat menyampaikan materi dengan menggunakan media pembalajran. prinsip Modalitas dalam medi pembealajaran disini di maksud bahwa Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Dan Maksud disini pada prinsip ini, media digunakan ada penjelasan dan ada penampilan vidio jadi lebih dapat memudahkan siswa memhaminya. bukan animasi dan teks panjang.
HapusSaya akan menambahkan sedikit materi kepada saudari rostalinda
BalasHapusBeberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Terimakasih Lutfiatun Nisa :)
HapusBaiklah disini saya ingin bertanya dari beberapa prinsip tersebut prinsip manakah yang sering dipakai dalam pembelajaran? Terimakasih
BalasHapusTerimakasih Lilis Atas pertanyaannya. sebenarnya, 12 prinsip media pembelajaran baik digunakan semua dalam proses pembelajaran tergantung kondisi siswa di kelas dan materi yang di sampaikan oleh Guru. Tetapi, dari 12 prinsip media pembelajaran berdasarkan literatur yang saya baca, bahwa : Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis.
BalasHapusBaiklah saya ingin menambahkan sedikit materi diatas. Ada beberapa yang harus dipertimbangkan oleh pengajar dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
BalasHapus(1) Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua tujuan. Satu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk yang lain.
(2) Media adalah bagian intregal dari proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar pengajar saja., tetapi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen yang lain dalam perancangan instruksional. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media pembelajaran itu tidak akan terjadi.
(3) Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar siswa. Kemudahan belajar siswa haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
(4) Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.
(5) Pemilihan media hendaknya obyektif (didasarkan pada tujuan pembelajaran), tidak didasarkan pada kesenangan pribadi.
(6) Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan siswa. Penggunaan multimedia tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus,
tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
(7) Kebaikan dan keburukan media tidak tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya. Media yang kongkrit wujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat.
terimakasih frandi atas wawasan informasinya.
HapusUmpan balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
BalasHapusPrinsip-prinsip tersebut di atas dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran interaktif dan web pembelajaran
terimakasih nova arma atas wawasan informasi yang anda berikan, semoga dapat bermanfaat
HapusDalam pemilihan media pembelajaran menurut Sanaky, pertimbangan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menjadi pertimbangan utama, karena media yang dipilih harus sesuai dengan:
BalasHapusa. Tujuan pembelajaran.
b. Bahan pelajaran.
c. Metode pengajaran.
d. Tersedia alat yang dibutuhkan.
e. Pribadi pengajar.
f. Minat dan kemampuan siswa.
g. Situasi pengajaran yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Mulyani Sumantri, menggaris bawahi tentang prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran yang layak, yakni sebagai berikut:
a. Media harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran dan bahan ajar yang akan disampaikan.
b. Media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
c. Media harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik dari pengadaannya maupun penggunaannya.
d. Media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat.Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5)
Terimakasih Mia atas wawasan informasinya. :)
BalasHapusApakah prinsip multimedia pembelajaran yang telah anda jelaskan saling berkaitan?
BalasHapusTerimakasih atas pertanyaannya. Prinsio multimedia sudah berkaitan. Sudah jelas saya posting diatas.
HapusPembelajaran yang dilaksanakan oleh seseorang yang belajar berlangsung secara terencana, terarah, terkontrol, dan terukur merupakan aktivitas belajar baik. pada pebelajar maupun pembelajar sendiri.Bila diperhatikan dengan seksama maka pembelajar belajar mengenal pebelajar berkenaan dengan karakteristik pebelajar, sedangkan pebelajar belajar sesuai tuntutan kehidupan untuk memperloleh pengalaman belajar mencakup penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kepribadian mulia, dengan ketrampilan yang muatan ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif. Dengan demikian, pembelajar perlu memiliki prinsip-prinsip mendasar dalam pembelajaran bahkan proses belajar mengajar perlu dikembangkan dengan manajemen pengembangan media pembelajaran.
BalasHapusTerimakasih Dea atas wawasan informasinya.:)
Hapus